Selasa, 25 November 2014

KEINDAHAN yang MENIPU (Bag. III); BATU ASLI atau PALSU



Treatment Pada Batu Mulia

Batu mulia alami yang beredar di pasaran kebanyakan mengalami suatu treatment atau proses pengolahan tertentu untuk merubah tampilan batu menjadi lebih cantik. Treatment yang dilakukan berbeda-beda tergantung jenis batu mulia itu. Tentunya batu mulia yang sudah mengalami suatu treatment harganya lebih murah bila dibandingkan dengan batu natural (no treatment detected) dengan kondisi visual yang sama. Untuk mengetahui bahwa batu tersebut sudah terkena treatment atau belum hanya seorang gemologist yang bisa menentukan. Oleh karena itu, sertifikat keaslian batu mulia menjadi salah satu patokan yang paling kuat. Berikut beberapa jenis treatment yang biasa terdapat pada batu mulia.

Heating atau Pemanasan
Heating adalah proses pemanasan terhadap batu mulia dengan temperature dan alat tententu. Pemanasan atau heating bertujuan untuk merubah warna batu menjadi lebih terang, tajam, atau berubah sama sekali. Treatment ini juga bisa membuat batu mulia menjadi lebih jernih dan bercahaya.
Kebanyakan batu mulia yang mengalami treatment semacam ini adalah ruby, safir, Natural Zircon (Zircon biru kebanyakan adalah Heat Treated), Amethyst (merubah warna dari ungu menjadi kuning), Tanzanite, dan Paraiba Tourmaline.

Irradiated atau Penyinaran
Iradiasi, dalam bahasa Indonesia, adalah proses penembakan material batu mulia dengan subatomic partikel atau radiasi untuk merubah warna batu mulia. Batu yang sudah terkena treatment ini biasanya masih harus melalui tahap pemanasan untuk mendapatkan warna yang lebih bagus. Treatment ini sangat berbahaya bagi kesehatan jika dilakukan tanpa aturan, hal ini dikarenakan residu radioaktif mungkin masih tertinggal pada batu itu.

Di Amerika ada aturan keras tentang treatment semacam ini. Sebuah badan khusus dari pemerintah (Nuclear Regulatory Agency) diberi tugas untuk memastikan boleh atau tidaknya batu mulia hasil treatment irradiasi (irradiated gemstones) untuk diperdagangkan dan dipakai.

Batu mulia yang sering menerima treatment ini adalah Blue Topaz, Tourmaline, dan Diamond atau Intan. Kebanyakan Blue Topaz yang ada di pasaran dengan harga sangat murah telah mendapat treatment ini. Blue Topaz banyak ditemukan di alam tapi dengan warna yang pucat dan kurang bersinar. Setelah mengalami proses penyinaran maka batu ini akan mempunyai warna biru yang bagus. Blue Topas tanpa proses iradiasi tentunya akan berharga sangat mahal.

Oiling
Oilling adalah pengisian minyak yg dilakukan pada celah-celah retakan batu untuk menyamarkan retakan itu. Treatment Oliling biasa dilakukan pada batu Zamrud atau Emerald, dan sudah umum diketahui bahwa kebanyakan batu zamrud pasti terkena Oiling, namun ada juga yang tidak. Zamrud kwalitas bagus tanpa treatment pastilah berharga fantastis. Saat bongkahan zamrud diambil dari tambangnya, bongkahan-bongkahan itu langsung dimasukan kedalam minyak dari Pohon Cedar, sejenis pohon Cemara, untuk membantu saat proses pemotongan dan terlebih mengisi rekahan-rekahan kecil pada batu Zamrud.

Filling
Filling adalah proses pengisian material dengan warna visual yang sama pada retakan batu mulia untuk meningkatkan kwalitas visual batu itu. Materi pengisi biasanya kaca, plastik, atau material tertentu yang mempunyai warna sejenis. Teratment ini biasa diberikan pada batu ruby dan beberapa batu yang biasanya mempunyai lobang-lobang natural seperti batu Pirus / Turquoise.

Dyeing / Pewarnaan
Dyeing adalah proses pemberian warna pada batu mulia. Treatment ini biasa dilakukan pada batu-batu seperti Giok/Jade, Lapis Lazuli, Turquoise, Agate/Akik, Ruby, Zamrud, and Sapphire. Batu Lapis Lazuli yang telah melalui proses pewarnaan dapat dengan mudah dideteksi dengan mengoleskan cairan Acetone (pembersih pewarna kuku) dengan kapas. Bila ada proses pewarnaan maka warna biru lapis Lapis Lazuli akan menempel pada kapas itu. Proses pewarnaan di Indonesia juga kadang terjadi pada Batu Akik, merubah warna putih Chalcedony menjadi hijau, merah, atau kuning. Kalau kita jalan-jalan dipasar kita akan banyak menemui batu akik cantik-cantik dengan warna-warna tersebut, tentunya batu itu natural alami cuma warnanya sudah di modifikasi. Ada juga yang mewarnai batu agate untuk membuat gambar-gambar tertentu seperti kelinci, laba-laba, kucing, dll. Bagi yang tahu tentang ilmu perbatuan, hal seperti itu akan tampak menggelikan.

Coating / Pelapisan
Coating adalah proses pelapisan film dengan warna mencolok pada batu mulia yang memiliki body bening atau tanpa warna dengan tujuan member warna yang lebih menarik. Batu-batu yang biasa mendapat treatment seperti ini adalah Mystic topaz, Myztic Quartz, Tanzanite, Intan /diamond, dan Opal yang kadang disebut sebagai “doublet”yaitu opal tipis yang dilekatkan pada suatu material baik berwarna ataupun hitam untuk memperkuat dan memberi warna.

Diffusion
Diffusion adalah proses treatment batu mulia dengan menyuntikan bahan kimia (biasanya Beryllium) pada temperature tinggi agar bisa masuk meresap ke dalam batu secara permanen. treatment ini biasanya dilakukan pada batu Sapphire. Treatment Diffusion bisa membuat warna makin indah, merubah warna, sampai membuat efek Star (asterism).

Banyak pecinta batu mulia sudah menerima treatment sebagai hal yang lumrah dan masih menyebut batu dengan treatment sebagai batu Natural. Namun demikian, ada juga orang yang tidak mau menerima batu treatment sebagai batu natural.
Bagaimana dengan Anda?

SELESAI



Berbagi itu indah….semoga bermanfaat



Sumber: https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.375521595850728&type=3

Senin, 24 November 2014

KEINDAHAN yang MENIPU (Bag. II)...Batu ASLI atau PALSU



Mengenali Keaslian Batu Mulia/Permata

IDOCRASE - Aceh
Sebaiknya kita mengetahui dulu bahwa dipasaran terdapat 4 (empat) istilah/kategori batu mulia/permata, yaitu; Natural, Sintetis, Rekayasa (Treatment) dan Imitasi.

Natural/Alami/Asli
Adalah batu permata yang terbentuk melalui proses alamiah di alam selama ribuan mungkin jutaan tahun. Ditemukan kemudian eksplorasi dan dibentuk sebagai sebagai produk batu permata.

Sintetis
Adalah batu permata yang dibuat secara Laboratorium, bahan materialnya sama dengan batu yang Natural atau origin. Berat jenis maupun karakteristik fisik nya sama. Ada juga batu Sintetis yang berasal batu Natural yang kurang bagus kemudian dilebur dipadatkan lagi menjadi batu permata.

Treatment
Adalah kegiatan mengubah, memperbaiki (cacat) untuk memperindah batu permata guna meningkatkan kualitas.

Imitasi
Kalau batu Imitasi berbeda sama sekali dengan yang Asli, batu ini hanya tiruan saja. misalnya meniru warnanya. Kadang-kadang juga terbuat dari plastik.

Dengan mengetahui kriteria di atas kita dapat membedakan bahwa batu tersebut apakah Asli/Natural/Origin atau hanya Sintetis, Rekayasa atau bahkan Imitasi.

Beberapa cara untuk membedakannya:

  1. Batu permata Asli diketahui dengan melihat serat-serat di dalamnya. Serat-serat inilah yang merupakan ciri khusus batu. Sebagian orang awam mengira bahwa batu asli itu pecah atau retak, tapi sebenarnya hanya serat-serat alami batu. Jarang sekali ditemukan batu permata alami yang bersih tanpa serat.
  2. Cara kedua adalah dengan melihat fenomena yang ada pada batu permata. Misalnya Star atau bintangnya, biasanya pada batu safir atau ruby terdapat star yang jelas. Yang biasa disebut juga dengan Fenomena.
  3. Berat Jenis; Batu permata umumnya besar dan tidak terikat perhiasan, kita dapat menguji keasliannya dengan mencari berat jenisnya, berat jenis dapat membedakan batu yang satu dengan yang lainnya. Coba bandingkan permata asli dan tiruan, pasti permata asli lebih berat dari permata palsu.
  4. Tempelkan batu mulia/permata itu ke pipi. Batu mulia/permata asli akan terasa dingin jika ditempelkan pada pipi. Ini merupakan salah satu ciri bahwa permata itu asli.

Gelembung Udara Pada Batu Permata

Pada dasarnya semua Batu Permata punya ciri khusus masing-masing, sehingga dapat dikenali varian nama dan jenisnya. Pada batu batu tertentu yang asli natural/alami tidak terdapat gelembung udara/gas di dalam batu. Sehingga relative mudah untuk membedakan batu natural dengan yang palsu, cukup dengan melihat gelembung gas dalam batu tersebut.

Tapi perlu diketahui juga bahwa pada batu-batu natural tertentu masih ada yang memiliki ciri gelembung udara, misalnya pada Ametys. Jadi sebaiknya pemeriksaan secara Lab sangat diperlukan untuk mengetahui asli atau tidaknya batu permata.

Kalau untuk membedakan Safir Asli atau Sintetis memang cukup dengan melihat gelembung udaranya kalau ada berarti Sintetis atau bisa juga imitasi.


Fenomena Pada Batu Permata

Semua batu permata yang berkualitas tinggi maupun yang berkualitas rendah tidak akan menarik perhatian sama sekali tanpa adanya pengaruh dari sinar yang memantulkan atau yang membiaskan.

Luster adalah kilauan yang disebabkan oleh pemantulan sinar pada permukaan permata yang halus dan licin. Kilauan pada diamond menunjukan luster yang tinggi bila dibandingkan dengan luster yang rendah pada batu Turquoise (pirus) yang kasar permukaannya.

Pantulan sinar juga dapat menimbulkan efek khusus yang disebut phenomena pada beberapa jenis permata. Ada fenomena Asterism seperti pada gambar di atas, biasanya muncul pada Ruby dan Shapphere.


Natural, Sintetik atau Imitasi

Natural, Sintetik atau Imitasi dalam batu permata tidaklah asing bagi penggemar batu permata. Natural maksudnya batu permata yang terbuat secara proses alami, sedangkan sintetik terjadinya atau pembentukannya di Lab (Laboratorium) dengan menggunakan teknologi. Sedangkan permata Imitasi adalah permata yang menyerupai atau sengaja dibuat untuk menyerupai aslinya umumnya dalam hal warnanya. Misalnya batu berwarna biru untuk menyerupai Safir, batu berwarna merah untuk menyerupai Ruby.

Kenapa Orang menyukai Yang natural??? Karena kelangkaan batu yang natural bisa menimbulkan Sugesti dan Prestise bagi pemakainya.

Permata Natural dan Syntetis mempunyai bahan kimia yang sama dan Sifat Optik yang sama. Secara kasat mata memang agak sulit dibedakan, namun tidak bagi orang ahli dalam permata. Hati-hatilah dalam membeli batu permata karena harga yang Sintetis sangat murah dibandingkan dengan yang natural.

Alat test batu permata seperti presidium, diamond selector tidak bisa membedakan Antara yang Natural dan yang Sintetis karena suhu keduanya sama.

Pelajari ciri-ciri batu yang natural sebelum membeli. Batu natural umumnya mempunyai fenomena atau inklusi yang khusus. Misalnya Safir asli mempunyai fingerprint dan atau star.

....................bersambung Bag. III (terakhir)



Semoga bermanfaat...!!!




Sumber: https://www.facebook.com/media/set/?set=oa.375521595850728&type=3